Tekan ESC untuk menutup

Cara Menggunakan Instrumen Derivatif untuk Melindungi Diri dari Risiko Tinggi di Pasar Kripto

  • Feb 01, 2025
  • 4 minutes read

Pasar kripto terkenal dengan volatilitas ekstrem, likuiditas yang tidak merata, dan perubahan makroekonomi yang tidak terduga. Banyak trader fokus pada memaksimalkan keuntungan, tetapi para profesional tahu bahwa manajemen risiko adalah kunci utama untuk bertahan dalam jangka panjang. Instrumen derivatif adalah salah satu alat terkuat untuk meminimalkan kerugian dan menstabilkan portofolio, tetapi penggunaannya memerlukan pemahaman yang mendalam dan strategi yang tepat.

Artikel ini akan membahas strategi tingkat lanjut dan praktis untuk melindungi portofolio dengan instrumen derivatif, yang biasa digunakan oleh trader institusional tetapi jarang diketahui oleh investor ritel.

 

1. Instrumen Derivatif sebagai Pengendali Ketidakpastian

1.1. Instrumen Utama untuk Manajemen Risiko

Beberapa instrumen derivatif paling efektif yang digunakan untuk melindungi risiko di pasar kripto meliputi:

  • Kontrak berjangka (futures) – perpetual, kuartalan, dan dengan tanggal kedaluwarsa tetap
  • Opsi – vanilla dan opsi eksotis
  • Swap dan forward contracts – baik OTC maupun berbasis exchange
  • Produk terstruktur – disesuaikan untuk kebutuhan investor institusional

Instrumen-instrumen ini memungkinkan trader untuk memindahkan atau menyebarkan risiko kepada pihak lain. Jika digunakan dengan benar, mereka dapat secara signifikan mengurangi eksposur terhadap crash pasar mendadak.

 

2. Strategi Hedging yang Digunakan oleh Profesional

2.1. Hedging Posisi dengan Futures (Delta Hedging)

Kontrak berjangka adalah salah satu alat paling sederhana untuk melindungi posisi, tetapi banyak trader menggunakannya dengan cara yang kurang optimal.

Strategi Dasar Hedging dengan Futures

  • Jika trader memiliki posisi long pada BTC, mereka bisa melindunginya dengan membuka posisi short di futures (misalnya di Binance atau Deribit).
  • Ukuran perlindungan ditentukan berdasarkan koefisien delta, yang menunjukkan bagaimana harga aset dasar berubah terhadap kontrak.
  • Karena volatilitas tinggi, posisi harus sering disesuaikan agar tetap efektif.

Namun, hedging dengan futures memiliki beberapa risiko tersembunyi:

  1. Perubahan delta saat volatilitas ekstrem – Ketika pasar jatuh secara drastis, likuiditas menurun, dan harga futures dapat sangat berbeda dari pasar spot.
  2. Biaya pendanaan (funding rate) – Mempertahankan posisi short dalam waktu lama bisa mahal, terutama jika suku bunga negatif.
  3. Risiko likuidasi – Jika margin tidak cukup, posisi hedging bisa dilikuidasi, menyebabkan kerugian tambahan.

👉 Solusi: Trader profesional lebih suka menggunakan futures dengan tanggal kedaluwarsa tetap atau beralih ke strategi opsi yang menghilangkan risiko biaya pendanaan.

 

2.2. Opsi sebagai Perlindungan dari Pergerakan Harga Ekstrem

Opsi sering diremehkan, tetapi sebenarnya sangat fleksibel untuk melindungi risiko, terutama dalam bentuk opsi eksotis, yang sering digunakan oleh investor institusional.

Strategi Dasar Hedging dengan Opsi Put

  • Membeli opsi put (ATM atau OTM) sebelum volatilitas pasar meningkat (misalnya sebelum pengumuman FOMC).
  • Premi yang dibayar bertindak sebagai polis asuransi yang melindungi dari kejatuhan harga mendadak.

Namun, strategi ini memiliki beberapa kekurangan:

  • Premi mahal selama volatilitas tinggi
  • Perlindungan terbatas terhadap tren bearish jangka panjang yang lambat

Strategi Lanjutan: Protective Put dengan Pendapatan Sintetis

👉 Bagaimana profesional mengurangi biaya hedging?

  1. Membeli opsi put (melindungi dari kejatuhan harga).
  2. Menjual opsi call 5-10% di atas harga saat ini untuk menyeimbangkan biaya hedging.
  3. Menggunakan opsi knock-in, yang lebih murah dibanding opsi vanilla biasa.

Dengan cara ini, trader dapat mengurangi biaya perlindungan secara signifikan sambil tetap memiliki perlindungan yang kuat dari penurunan harga.

 

3. Risiko Kontrahen dan Ancaman Sistemik

Menggunakan derivatif tidak menghilangkan risiko kontrahen, terutama di bursa terpusat. Bagaimana profesional mengatasinya?

3.1. Melindungi Diri dari Kebangkrutan Bursa dengan Opsi Risiko Kredit

  • Beberapa platform OTC menawarkan instrumen seperti Credit Default Swaps (CDS) yang mirip dengan pasar keuangan tradisional.
  • Instrumen ini berfungsi sebagai perlindungan dari kebangkrutan bursa.

🔹 Contoh: Selama runtuhnya FTX pada 2022, investor yang memiliki instrumen lindung nilai seperti CDS dapat mengembalikan sebagian besar dana mereka.

👉 Solusi: Hindari eksposur berlebihan pada satu bursa, lakukan trading di platform dengan likuiditas tinggi, atau gunakan bursa derivatif terdesentralisasi seperti dYdX dan GMX.

 

4. Strategi Arbitrase sebagai Bentuk Hedging

4.1. Arbitrase Volatilitas

Strategi ini bekerja paling baik ketika pasar salah menilai risiko sebelum peristiwa makroekonomi besar.

📌 Bagaimana cara kerjanya?

  1. Bandingkan volatilitas historis dengan volatilitas implisit.
  2. Beli volatilitas (Long Straddle) jika volatilitas implisit terlalu rendah, atau jual volatilitas (Short Strangle) jika terlalu tinggi.

🔹 Contoh: Sebelum pengumuman FOMC, opsi sering overpriced, sehingga memungkinkan trader menjual volatilitas dan mendapat keuntungan saat premi turun setelah pengumuman.

 

5. Kesimpulan dan Metode Lanjutan untuk Mengurangi Risiko

Menggabungkan berbagai instrumen derivatif lebih efektif dibanding hanya menggunakan futures atau opsi saja.
Strategi opsi lanjutan memungkinkan trader mengurangi biaya hedging secara signifikan.
Manajemen risiko kontrahen sangat penting, terutama setelah runtuhnya FTX.
Memahami mekanisme suku bunga pendanaan membantu menghindari biaya tersembunyi.

Trader yang sukses bukan hanya mereka yang menghasilkan keuntungan besar, tetapi mereka yang tahu cara mempertahankan modal mereka dalam jangka panjang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *